First Time to Jayapura

Before we start

Pada Hari Minggu 1 Maret 2015, ku turut ayah ke kota..(nyanyi). Sebenarnya bukan seperti itu, tapi saat itu adalah moment yang menurut gue kehidupan sebenarnya akan dimulai.

Jayapura at First

Pada Hari Minggu 1 Maret 2015, adalah hari dimana gue harus menerima kenyataan bahwa gue sedang menginjakan kaki untuk pertama kalinya di kota yang bernama Jayapura. Kenapa seperti itu? Karena, saat menerima Surat Keputusan penempatan kerja adalah di Jayapura. Dari awal gue sudah tahu sebenarnya kalau Jayapura itu adalah kota yang cukup besar dan banyak pendatang disana, bukan seperti bayangan orang-orang yang menganggap bahwa di Papua itu semuanya menggunakan koteka dan masih hutan semua. Gue ke Jayapura bersama teman-teman yang juga penempatan disini, cukup banyaklah, jadi saat berpamitan dengan keluarga tidak terlalu sedih karena merasa ada teman-teman seperjuangan juga disana.

Saat sampai di Jayapura, yaitu di Bandara Sentani, gue sudah dikejutkan dengan adanya gerombolan orang-orang memakai kaos polo berwarna merah dengan badan yang atletis. Saat gue mendekat ternyata itu adalah rombongan tim sepakbola Persipura Jayapura, langsung saja bersama dengan teman memberanikan diri untuk minta foto bareng, kebetulan saat itu yang kita ajak foto bareng adalah Bio Paulin, pemain belakang Persipura. Dengan perasaan deg deg an akhirnya kita bisa foto bareng sama doi (gimana gak takut? gede banget coy!) Setelah itu, kami semua lanjut ke hotel untuk berisitirahat.

DSCF0497

Foto Bersama Bio Paulin

Di hari kedua yaitu hari senin, kami menjalankan orientasi di kantor unit jayapura untuk memahami proses bisnis disini, yaa biasalah presentasi mengenai perusahaan dll. Sepulang kantor kami menyempatkan diri untuk mampir ke pantai yang kami lihat saat berangkat ke kantor, Pantai Kupang (Kursi Panjang).

DSCF0506

Pantai Kupang (Kursi Panjang)

Pantai Kupang ini terletak di tengah kota jayapura, tepatnya di depan kantor gubernur. Disebut Pantai Kupang alias Kursi Panjang karena sepanjang pantai ini dibuat semacam tribun kecil yang bisa digunakan untuk duduk-duduk. Karena lokasinya dipinggir jalan dan ditengah kota, pantai ini banyak dikunjungi orang ketika sore dan malam, banyak penjual makanan juga disini, tapi ya begitulah pantainya menjadi kotor. Di tempat ini juga biasanya pada hari sabtu dan minggu sering diadakan event Car Free Day, sehingga tempat ini ramai pengunjung di hari tersebut.

View dari pantai ini juga lumayanlah, dari sini kita bisa melihat pelabuhan tempat kapal-kapal logistic maupun penumpang berlabuh, dan diatasnya ada bukit yang memperlihatkan tulisan “Jayapura City”, yah semacam landscape Hollywood gitu lah kalau di barat sana hehehe (sayang di foto ini tidak terlihat jelas).

DSCF0551

Pelabuhan & City Landscape

Selain itu , kami juga menyempatkan diri untuk melihat Stadion Mandala, yaitu tempat berlatih dan bertandingnya Tim Sepakbola Persipura Jayapura. Sekitar kawasan ini akan sangat ramai apabila ada pertandingan sepakbola, euforia sepakbola seperti ini membuat kita seakan-akan sedang berada di brazil hahahaha

DCIM100MEDIADJI_0001.JPG

Stadion Mandala Jayapura

Intinya sih Jayapura adalah kota yang lumayan besar, di kota ini ada mall, bioskop, hyp*rmart, dan banyak tempat hiburan lainnya, jadi saat sampai disini cukup tenang karena ada tempat untuk menghabiskan waktu kalau lagi bosan.

Life Become Real

Pada awalnya sih ketika sampai di Jayapura gue santai-santai saja, tidak begitu sedih dengan kondisi ini. Tapi, lama-lama berasa juga sedihnya, bukan karena sedih dengan sarana dan fasilitas disini, tapi karena lebih ke keluarga. Untuk pertama kalinya gue jauh sekali dari keluarga, biasanya pulang kantor buka pintu rumah sudah tercium bau masakan rumahan, namun sekarang hanya masuk ke kamar kost saja. Biasanya sepulang kantor gue sering cerita-cerita ke nyokap tentang kegiatan selama di kantor, tapi sekarang hanya sekedar cerita sedikit saja ke teman-teman.

Suasana keluargalah yang gue rindukan ketika di Jayapura ini, tapi seiring berjalannya waktu, gue mulai terbiasa juga dengan kondisi ini, Alhamdulillah masih ada dinas-dinas ke Jakarta yang bisa memberikan kesempatan untuk sekalian bisa pulang ke rumah, dan setelah mulai nyaman dengan kondisi ini gue mulai berpikir lagi bahwa ternyata seperti ini ya rasanya hidup merantau, seperti ini ya rasa kangen yang kita pendam, dan seperti ini pula perjuangan yang harus ditempuh orang untuk menjadi sukses.

Jadi mulai saat itulah gue bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kesempatan ke ujung timur Indonesia ini, tempat dimana kita bangun tidur lebih dulu dibandingkan Indonesia bagian lainnya, tempat dimana matahari terbit lebih dulu, tempat dimana alam masih sebagaimana mestinya bukannya polusi udara dan polusi suara yang kita rasakan. Terimakasih atas kesempatan ini 🙂

Gatut Sutomo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s