Sayonara Comfort Zone

“The key to realizing a dream is to focus not on success but on significance – and then even the small steps and little victories along your path with take on greater meaning” – Oprah Winfrey

Ya, sudah cukup lama saya menghilang dari blog ini (padahal baru nulis satu hahaha), ada begitu banyak pengalaman yang saya dapatkan selama saya tidak menulis di blog ini, mungkin tulisan ini dapat menjadi suatu arsip pelajaran hidup bagi saya.

Unforgotten Memories

Pada tulisan sebelumnya, saya menceritakan bagaimana kesan saya pertama kali tiba di Jayapura, bagaimana perasaan saya berpisah jauh dari keluarga. Pada tulisan kali ini, saya ingin menceritakan pengalaman saya selama di sana sampai pada akhirnya saya mengucapkan salam perpisahan kepada kota yang saya cintai tersebut.

Jayapura merupakan kota yang mengajarkan banyak hal dan pengalaman baru bagi saya, mulai dari pertama kali berpisah jauh dengan keluarga, pengalaman kerja, dan bagaimana kita bersosialisasi dengan seseorang. Interaksi dengan teman-teman di sana sangat kental kekeluargaannya, mungkin karena cukup banyak dari mereka yang juga jauh dari keluarga, sehingga terbentuklah sosialisasi seperti itu.

Pengalaman saat bulan Ramadhan selalu sangat berkesan, kebetulan saya sudah dua kali merasakannya sewaktu di sana, sahur dan buka bersama-sama dengan penghuni kost dan juga kerabat kerja merupakan hal yang sangat berkesan. Kemudian berkumpul di kamar kost saya, sambil bermain PS 4 merupakan pengalaman-pengalaman seru yang saya alami ketika disana.

Tidak lupa juga tempat-tempat wisata yang saya singgahi disana memberikan kenangan yang sangat indah dan selalu mengingatkan saya untuk selalu bersyukur bisa merasakan pengalaman ini semua. Mulai dari Telaga Emfote atau banyak orang menyebutnya Danau Cinta dikarenakan bentuknya yang menyerupai bentuk hati.

DSCF1512

Telaga Emfote (Danau Cinta)

Kemudian ada Pantai Harlem, yang memberikan kenangan indah dalam menyaksikan keindahan laut yang ada di sana.

DCIM100GOPROG0060312.

Pantai Harlem

Danau Sentani yang selalu menjadi pemandangan saya ketika ingin take off ataupun landing ketika di pesawat.

DSCF0756

Danau Sentani

Tugu Mac Arthur disana kita dapat melihat pemandangan danau sentani dan bandara dari atas, kita dapat melihat traffic penerbangan dari tempat ini

DSCF1237

Tugu Mac Arthur

Selanjutnya ada Jayapura City Hills, semacam Hollywood Hills yang ada di LA kita dapat melihat pemandangan kota Jayapura dari bukit tersebut.

DCIM100GOPROGOPR0682.

Jayapura City

Get Lost!

Hal-hal di atas memberikan kenyamanan bagi saya, namun secara perlahan membuat saya menjadi terlena dan lupa atas tujuan hidup saya, yaitu membahagiakan orang tua. Ya benar, saya benar-benar tersesat dan lupa mengenai hal itu. Work, friendship, love, ambition, membuat saya lupa bahwa salah satu tugas utama saya sebagai lelaki atau sebagai manusia adalah mebahagiakan orang tua.

Saya disuguhkan dengan hal-hal indah, yang kemudian satu-persatu berubah menjadi mimpi buruk, perencanaan saya dalam hidup mulai tidak tercapai, kerja keras yang saya lakukan mulai tidak terbayarkan, banyak isu-isu tidak jelas yang membuat nama baik saya dan keluarga saya menjadi tidak baik, tekanan yang terus datang sehingga membuat saya menjadi stres dan hilang kendali.

Saya menjadi orang yang tidak jelas, mudah emosi, karena merasa tidak bisa menerima kenyataan bahwa apa yang sudah saya rencanakan baik-baik mulai gagal dan tidak terkendali, dan ini merupakan pertama kalinya saya mengalami hal tersebut. Bahkan sampai beberapa kali saya merasa ingin menyerah saja dengan kehidupan ini jika yang saya dapatkan selalu kekecewaan dan kegagalan.

Puncak dari kegagalan ini adalah disaat saya mulai berpisah dengan teman-teman di Jayapura, orang yang saya cintai hilang, keluarga saya dilanda musibah, dan dalam pekerjaan saya dikecewakan. Saya harus kembali ke Jakarta menghadapi kemacetan yang sudah menjadi trademark kota tersebut, pekerjaan yang tekanannya lebih berat, commuter life yang menurut saya sangat tidak worthed untuk dijalankan. Betapa beratnya saya menjalani kehidupan saya pada saat itu dengan penuh senyum palsu dan berpura-pura tidak ada yang terjadi selama ini.

Every Legend Have Their Own Story

When the time that what all you have seen is only failure and hatred, don’t forget you still have god and families.

Ya, sampai saat ini dan kedepannya. Dua hal tersebutlah yang akan saya selalu syukuri, alangkah beruntungnya saya masih disayangi oleh Allah SWT dan keluarga. Saya tidak dibiarkan terlalu jauh jatuh kedalam rasa kebencian atas cobaan yang saya alami, bahkan mungkin ini semua merupakan suatu peringatan kepada saya bahwa saya sudah mulai melenceng dari tujuan hidup saya sebenarnya.

Berkat dukungan tersebut saya mulai berusaha untuk bangkit, mulai berusaha untuk mengambil hikmah dari apa yang sudah saya alami. Jika kita melihat cerita kehidupan dari tokoh-tokoh dunia, setiap dari mereka pasti memiliki peristiwa buruk yang justru membuat mereka menjadi orang yang sukses. Sebagai contoh Albert Einstein sempat diduga anak cacat mental dan anti sosial dikarenakan tidak bisa berbicara hingga umur 4 tahun, dan tidak bisa membaca hingga umur 7 tahun. Sekarang, Einstein merupakan simbol sebuah kejeniusan.

Kemudian Michael Jordan, siapa menyangka pemain basket legenda Chicago Bulls tersebut pernah dikeluarkan dari tim SMA-nya, ia mengatakan bahwa dia mengalami banyak kegagalan dalam kehidupannya sehingga hal tersebutlah yang membuatnya terus berusaha dan bangkit dari kegagalan tersebut hingga akhirnya menjadi suskes bahkan menjadi legenda dalam bidang olahraga basket.

Mungkin pada saat inilah saya mengalami momen tersebut, momen dimana roda itu terus berputar, tidak selamanya kita berada diatas, tidak selamanya apa yang kita rencanakan selalu tercapai, dan tidak selamanya deviasi antara harapan dan kenyataan merupakan kegagalan. Mungkin inilah cara tuhan mengingatkan saya agar jangan terlena atas hal yang dapat membuat saya menjadi tersesat. Kegagalan akan terus ada di dunia ini, namun jangan jadikan kegagalan sebagai suatu hal yang sangat kita takuti, namun jadikanlah kegagalan sebagai pelajaran hidup yang sangat berharga, yang dapat membentuk kita untuk menjadi lebih sukses di kemudian harinya.

Rainbow After The Storm

Sampai saat ini saya mungkin masih merasa jatuh, masih merasa kecewa, namun saya tetap terus berusaha bangkit, berusaha untuk terus menyusun kembali rencana yang sudah gagal, dimulai dari hal yang sederhana. Menjadi orang yang lebih sabar dan tidak membiarkan ambisi membuat saya menjadi buta, dan yang paling penting jangan sampai kenyamanan membuat saya menjadi berhenti dan tidak membuat progres.

Beberapa pelajaran yang bisa saya ambil dari pengalaman yang saya alami sejauh ini adalah :

  1. Jangan lupa bahwa kita ada kewajiban untuk beribadah kepada tuhan, percayalah bahwa semuanya akan kita pertanggung jawabkan suatu saat nanti.
  2. Family come first seperti apa pun kondisi kita, keluarga selalu yang utama karena keluargalah yang dapat menerima kita dalam kondisi apapun.
  3. There is a purpose for everyone you meet. Some people come into your life to test you, some to teach you, some to use you, and some to bring out the very best in you.
  4. Jangan takut untuk meninggalkan comfort zone kita, karena tidak ada yang tahu sesuatu yang lebih baik sedang menunggu di luar zona tersebut.

Semoga tulisan ini dapat terus mengingatkan saya untuk terus menjadi yang lebih baik lagi, dan syukur alhamdulillah jika dapat menjadi inspirasi bagi yang membaca. Dan sekedar untuk mengingatkan, janganlah menelan berita secara bulat-bulat, sangat mudah untuk membuat berita palsu, jadilah filter dalam menyampaikan berita agar tidak terjadi kekeliruan informasi.

Gatut Sutomo

 

Advertisements

First Time to Jayapura

Before we start

Pada Hari Minggu 1 Maret 2015, ku turut ayah ke kota..(nyanyi). Sebenarnya bukan seperti itu, tapi saat itu adalah moment yang menurut gue kehidupan sebenarnya akan dimulai.

Jayapura at First

Pada Hari Minggu 1 Maret 2015, adalah hari dimana gue harus menerima kenyataan bahwa gue sedang menginjakan kaki untuk pertama kalinya di kota yang bernama Jayapura. Kenapa seperti itu? Karena, saat menerima Surat Keputusan penempatan kerja adalah di Jayapura. Dari awal gue sudah tahu sebenarnya kalau Jayapura itu adalah kota yang cukup besar dan banyak pendatang disana, bukan seperti bayangan orang-orang yang menganggap bahwa di Papua itu semuanya menggunakan koteka dan masih hutan semua. Gue ke Jayapura bersama teman-teman yang juga penempatan disini, cukup banyaklah, jadi saat berpamitan dengan keluarga tidak terlalu sedih karena merasa ada teman-teman seperjuangan juga disana.

Saat sampai di Jayapura, yaitu di Bandara Sentani, gue sudah dikejutkan dengan adanya gerombolan orang-orang memakai kaos polo berwarna merah dengan badan yang atletis. Saat gue mendekat ternyata itu adalah rombongan tim sepakbola Persipura Jayapura, langsung saja bersama dengan teman memberanikan diri untuk minta foto bareng, kebetulan saat itu yang kita ajak foto bareng adalah Bio Paulin, pemain belakang Persipura. Dengan perasaan deg deg an akhirnya kita bisa foto bareng sama doi (gimana gak takut? gede banget coy!) Setelah itu, kami semua lanjut ke hotel untuk berisitirahat.

DSCF0497

Foto Bersama Bio Paulin

Di hari kedua yaitu hari senin, kami menjalankan orientasi di kantor unit jayapura untuk memahami proses bisnis disini, yaa biasalah presentasi mengenai perusahaan dll. Sepulang kantor kami menyempatkan diri untuk mampir ke pantai yang kami lihat saat berangkat ke kantor, Pantai Kupang (Kursi Panjang).

DSCF0506

Pantai Kupang (Kursi Panjang)

Pantai Kupang ini terletak di tengah kota jayapura, tepatnya di depan kantor gubernur. Disebut Pantai Kupang alias Kursi Panjang karena sepanjang pantai ini dibuat semacam tribun kecil yang bisa digunakan untuk duduk-duduk. Karena lokasinya dipinggir jalan dan ditengah kota, pantai ini banyak dikunjungi orang ketika sore dan malam, banyak penjual makanan juga disini, tapi ya begitulah pantainya menjadi kotor. Di tempat ini juga biasanya pada hari sabtu dan minggu sering diadakan event Car Free Day, sehingga tempat ini ramai pengunjung di hari tersebut.

View dari pantai ini juga lumayanlah, dari sini kita bisa melihat pelabuhan tempat kapal-kapal logistic maupun penumpang berlabuh, dan diatasnya ada bukit yang memperlihatkan tulisan “Jayapura City”, yah semacam landscape Hollywood gitu lah kalau di barat sana hehehe (sayang di foto ini tidak terlihat jelas).

DSCF0551

Pelabuhan & City Landscape

Selain itu , kami juga menyempatkan diri untuk melihat Stadion Mandala, yaitu tempat berlatih dan bertandingnya Tim Sepakbola Persipura Jayapura. Sekitar kawasan ini akan sangat ramai apabila ada pertandingan sepakbola, euforia sepakbola seperti ini membuat kita seakan-akan sedang berada di brazil hahahaha

DCIM100MEDIADJI_0001.JPG

Stadion Mandala Jayapura

Intinya sih Jayapura adalah kota yang lumayan besar, di kota ini ada mall, bioskop, hyp*rmart, dan banyak tempat hiburan lainnya, jadi saat sampai disini cukup tenang karena ada tempat untuk menghabiskan waktu kalau lagi bosan.

Life Become Real

Pada awalnya sih ketika sampai di Jayapura gue santai-santai saja, tidak begitu sedih dengan kondisi ini. Tapi, lama-lama berasa juga sedihnya, bukan karena sedih dengan sarana dan fasilitas disini, tapi karena lebih ke keluarga. Untuk pertama kalinya gue jauh sekali dari keluarga, biasanya pulang kantor buka pintu rumah sudah tercium bau masakan rumahan, namun sekarang hanya masuk ke kamar kost saja. Biasanya sepulang kantor gue sering cerita-cerita ke nyokap tentang kegiatan selama di kantor, tapi sekarang hanya sekedar cerita sedikit saja ke teman-teman.

Suasana keluargalah yang gue rindukan ketika di Jayapura ini, tapi seiring berjalannya waktu, gue mulai terbiasa juga dengan kondisi ini, Alhamdulillah masih ada dinas-dinas ke Jakarta yang bisa memberikan kesempatan untuk sekalian bisa pulang ke rumah, dan setelah mulai nyaman dengan kondisi ini gue mulai berpikir lagi bahwa ternyata seperti ini ya rasanya hidup merantau, seperti ini ya rasa kangen yang kita pendam, dan seperti ini pula perjuangan yang harus ditempuh orang untuk menjadi sukses.

Jadi mulai saat itulah gue bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kesempatan ke ujung timur Indonesia ini, tempat dimana kita bangun tidur lebih dulu dibandingkan Indonesia bagian lainnya, tempat dimana matahari terbit lebih dulu, tempat dimana alam masih sebagaimana mestinya bukannya polusi udara dan polusi suara yang kita rasakan. Terimakasih atas kesempatan ini 🙂

Gatut Sutomo